Jumat, 09 Desember 2011

Membentuk Karakter JUARA

Memasuki hari yang baru, bulan baru, tahun baru dan tentunya kita akan memasuki juga iklim bisnis ataupun lingkungan kompetisi yang baru. Jangan pernah terbuai oleh kesuksesan di masa lalu ataupun terbelenggu oleh kegagalan di periode yg telah kita lewati. Setiap hari baru itu berarti ada kesempatan baru untuk berbuat lebih dari hari kemarin.
Memasuki tahun 2012 dengan berbagai prediksi para kalangan mulai dari mereka yang optimis hingga pesimis, setidaknya jangan membuat semangat kita menjadi kendor tetapi justru dengan semangat membara untuk menaklukkan setiap tantangan yang akan muncul. Apakah anda sudah siap memasuki iklim kompetisi bisnis 2012? Berikut ini beberapa tips JUARA yang bisa menjadi panduan bagi anda semua untuk mengembangkan pribadi-pribadi yang JUARA. Saya memilahnya dalam 5 poin JUARA yaitu: Job expertise, Uniqueness, Attitude, Responsive dan Add value
Job Expertise
Hal pertama yang menjadi kunci dalam menghadapi tahun 2012 adalah keahlian kita di bidang yang sedang kita geluti. Jika dalam ranah perorangan maka hal ini berarti mempertajam area keahlian kita, contohnya bagi anda yang berada di area marketing maka perdalamlah keahlian anda disitu, jika anda berada di bagian keuangan maka perdalam keahlian anda dalam mengelola keuangan dengan lebih baik, dan hal yang sama juga berlaku untuk bidang lainnya. Dengan berbekal keahlian yang mendalam tentang area yang menjadi spesialisasi kita tentunya akan mendatangkan produktifitas dengan tingkat efisiensi dan efektifitas yang tinggi, sehingga secara keseluruhan meningkatkan daya saing yang kita.
Uniqueness
Keunikan adalah salah satu faktor pembeda yang harus selalu diberdayakan. Jangan pernah berusaha menjadi pribadi orang lain melainkan jadilah diri anda sendiri dengan kemampuan seperti orang yang anda jadikan panutan. Setiap manusia dilahirkan dengan talenta dan bakat masing-masing. Jika anda mampu mengekspose keunikan yang anda miliki secara tepat maka bukan tak mungkin anda akan menjadi orang sukses dengan cara yang unik dan susah ditiru orang lain. Masalahnya disini adalah seringkali orang justru menyoroti kekurangan dan kelemahan yang mereka miliki dibanding berpikir bagaimana mengubah kelemahan menjadi kekuatan. Oleh karena itu kita perlu mengubah cara berpikir kita, kembangkan apa yang ada pada diri anda dan gabungkan keunikan tersebut bersama keahlian yang anda miliki maka kombinasi kedua hal tersebut sudah menjadi sebuah daya saing yang sulit untuk ditiru oleh siapapun.
Attitude
Sikap kita akan mempengaruhi sejauh mana keberhasilan kita. Dengan sikap yang benar maka anda akan memiliki peluang untuk menghasilkan hasil lebih yang sempurna. Sikap yang kita munculkan juga akan berpengaruh terhadap hubungan dan penilaian tentang kita oleh orang lain, efeknya adalah kualitas hubungan baik personal maupun dalam kerangka bisnis akan sangat dipengaruhi oleh sikap kita. Saat ini dengan berbagai kemajuan yang pesat di dunia ilmu pengetahuan dan teknologi serta didukung kemudahan akan akses informasi dapat meningkatkan kecerdasan manusia terhadap pengetahuan dan keahlian tertentu, namun bagaimanapun juga bisnis selalu berkaitan dengan manusia lain dan disinilah peran sikap yang kita miliki dapat menjadi factor pembeda yang positif maupun negative. Milikilah sikap yang baik dan benar karena berawal dari situlah muncul kepercayaan orang lain terhadap anda.
Responsive
Responsif dalam hal ini adalah bagaimana reaksi anda terhadap momentum yang sedang anda hadapi. Bagaimana respon anda terhadap perubahan yang mungkin sedang terjadi, apakah anda akan berubah atau menunggu untuk dituntut berubah? Dalam poin ini yang paling penting adalah bagaimana anda mampu menggabungkan antara respon yang cepat, sikap yang tepat dan sasaran yang tepat. Hal yang perlu dikembangkan adalah kesadaran yang tinggi akan perubahan dan persaingan bisnis sehingga anda dituntut untuk berpikir dan bertindak secara cepat, tepat dan berdampak besar bagi kemajuan bersama. Namun perlu diperhatikan bahwa memiliki respon yang prima tidak bisa dilatih dalam sekejab mata, oleh karena itu selain anda menempuh proses anda sendiri, salah satu cara untuk mengakselerasi tingkat respon anda adalah belajar dari orang lain. Ada 3 pihak yang selalu bagus untuk menjadi sumber pembelajaran, yaitu: orang yang sukses, orang yang berpengalaman, dan orang yang pernah gagal.
Add Value
Sebagai poin kelima yang tak kalah penting adalah nilai tambah. Sebagai pertanyaan yang bertujuan untuk mengusik ketenangan pikiran anda adalah apa yang membedakan diri anda saat ini (tahun 2012) dibanding dengan diri anda kemarin (selama tahun 2011)? Apakah anda tetap memiliki skill yang sama, batas pengetahuan yang sama, relasi yang sama, dsb? Ayo perluas area anda! Apa yang anda miliki kemarin mungkin saja hari ini sudah dimiliki juga oleh ribuan orang sehingga anda bukan lagi orang yang spesial lagi. Teruslah mengasah diri, terusah menambah wawasan, terus perbanyak pengetahuan baru, perdalam kompetensi anda dan lain sebagainya. Jangan berpuas diri dengan kesuksesan anda kemarin karena hari ini mungkin saja banyak orang lain yang bisa merebutnya dari anda jika anda masih memiliki kemampuan yang stagnan. Inovasi adalah kunci sukses bisnis yang berkesinambungan, demikian pula sebagai individu juara maka biarlah semangat inovatif selalu ada di benak anda. Salam JUARA!

Selasa, 06 Desember 2011

Teknik Membentuk First Impression Yang Kuat

First Impression atau dalam bahasa kita lebih popular dengan sebutan kesan pertama adalah salah satu hal penting dalam membentuk hubungan antar individu. Memang di dalam hubungan yang terbentuk faktor inner-beauty seseorang akan lebih diutamakan daripada penampilan luar semata, namun tak bisa dipungkiri bahwa proses perkenalan biasanya terjadi dalam waktu yang singkat sehingga untuk mengetahui profil seseorang akan terasa menyulitkan. Pada kenyataannya kita akan selalu menjumpai fakta bahwa kesan pertama akan menentukan persepsi kita terhadap orang lain, khususnya sebelum kita mengenal pribadi mereka lebih jauh. Dan yang perlu kita ketahui adalah kesan pertama itu sudah terbentuk dalam hitungan detik, bahkan keseluruhan persepsi kadang sudah bisa terbentuk dalam waktu 90 detik pertama. Untuk itulah kita jangan membuang peluang dari detik pertama kita bertemu orang lain, kenalan maupun partner bisnis baru kita.
Berikut ini beberapa tips yang perlu diperhatikan untuk dapat membentuk kesan pertama yang baik bahkan tak terlupakan.

Tersenyumlah
Senyum adalah alat yang paling efektif untuk menciptakan kesan pertama yang indah. Bahkan sebuah senyuman menjadi penghantar kehangatan sebelum terjadinya proses pembicaraan. Namun bagaimana senyuman yang sebaiknya kita berikan kepada calon kenalan kita? Sebuah teknik dalam senyum yang menarik untuk dicoba adalah Flooding Smile, apa itu? Flooding smile adalah teknik tersenyum dimana sesaat setelah pandangan/kontak mata terjadi, anda perlu melakukan jeda “pause” selama 2 detik sebelum memberikan senyuman hangat anda. Apa yang terjadi selama 2 detik jeda adalah suatu bentuk penguatan hubungan melalui kontak mata, dan jika dirasakan getaran penguatan itu akan terasa sampai di sensor otak hingga perasaan/hati orang yang saling menatap. Cobalah anda mempraktekkan jenis senyum “flooding smile” ini dan rasakan perbedaannya dengan cara senyum yang biasa.

Tatap Matanya
Salah satu asset dalam tubuh kita yang sangat mempengaruhi dalam proses pembentukan ikatan batin adalah tatapan mata. Ada berbagai teknik dan cara tatapan mata dengan efek dan tujuannya masing-masing namun dalam hal ini saya lebih mengajak untuk membahas bentuk tatapan mata Sticky Eyes, apakah itu? Sticky Eyes jika diterjemahkan adalah tatapan mata yang menempel pada lawan bicara anda, dan lebih detailnya adalah cara menatap mata lawan bicara dimana mata anda terfokus pada mata lawan yang sedang bicara. Bagaimana jika kita merasa lelah memandangi wajah dan mata lawan bicara kita? Jika anda ingin mengalihkan pandangan sebentar atau memalingkan mata maka yang perlu dilakukan adalah mengalihkan arah bola mata secara halus ‘smooth’ ke obyek yang ingin anda lihat dan sesudah itu segeralah kembali ke lawan bicara anda. Yang perlu diketahui disini adalah bahwa kontak mata memegang peranan penting dalam proses komunikasi sebagai bentuk rasa menghargai, kejujuran, terbuka dan juga memperkuat ikatan batin diantara kedua pihak.

Jabat tangan
Selanjutnya setelah anda berada di posisi yang dekat atau dalam jangkauan maka mulailah selalu dengan jabat tangan serta sapaan ringan disertai perkenalan singkat. Selanjutnya setelah proses ini maka pembicaraan biasanya sudah mulai berlangsung secara natural. Poin yang perlu diperhatikan saat menjabat tangan seseorang adalah jangan terlalu lama tapi juga jangan terlalu singkat. Jangan terlalu kuat namun juga jangan terlalu lemah, karena hal tersebut akan mempengaruhi persepsi lawan mengenai sejauh mana anda menerima kehadiran mereka.Jika jabat tangan terlalu lama maka anda terkesan kurang etis karena melakukan kontak tubuh terhadap orang yang belum terlalu mereka kenal, jika terlalu singkat terkesan anda kurang terbuka, terburu-buru dan tidak tertarik terhadap kehadiran mereka. Selanjutnya jika jabat tangan terlalu kuat maka anda terkesan agresif dan tidak berperasaan, jika terlalu lemah anda terkesan tidak berminat terhadap mereka.  Usahakan saat menjabat tangan anda juga melakukan kontak mata, berikan senyum persahabatan (bukan lagi flooding eyes) maupun sebuah pembicaraan ringan, sapaan dan sebagainya.
--
Selanjutnya mengenai konten pembicaraan terserah kepada anda, namun untuk terlihat elegan maka pastikan anda mampu berkomunikasi secara seimbang dengan lawan anda. Berbicaralah pada area yang anda mengerti, jangan sok jago, sok tahu karena itu akan menjadi blunder saat anda terperangkap dalam informasi yang salah. Dan pada akhirnya jangan lupa untuk mengahiri dengan sebuah senyuman dan ucapan terima kasih atas waktu yang mereka sediakan untuk terjadinya pembicaraan.

Tentunya masih banyak tips dan masih dalam bahasan yang dapat dibedah, jika anda tertarik memperdalam berbagai teknik dalam membangun hubungan dengan orang lain maka cobalah anda mencari referensi, buku-buku atau pelatihan mengenai Interpersonal Skill maupun Communication Skill.
Salam