First Impression atau dalam bahasa kita lebih popular dengan sebutan kesan pertama adalah salah satu hal penting dalam membentuk hubungan antar individu. Memang di dalam hubungan yang terbentuk faktor inner-beauty seseorang akan lebih diutamakan daripada penampilan luar semata, namun tak bisa dipungkiri bahwa proses perkenalan biasanya terjadi dalam waktu yang singkat sehingga untuk mengetahui profil seseorang akan terasa menyulitkan. Pada kenyataannya kita akan selalu menjumpai fakta bahwa kesan pertama akan menentukan persepsi kita terhadap orang lain, khususnya sebelum kita mengenal pribadi mereka lebih jauh. Dan yang perlu kita ketahui adalah kesan pertama itu sudah terbentuk dalam hitungan detik, bahkan keseluruhan persepsi kadang sudah bisa terbentuk dalam waktu 90 detik pertama. Untuk itulah kita jangan membuang peluang dari detik pertama kita bertemu orang lain, kenalan maupun partner bisnis baru kita.
Berikut ini beberapa tips yang perlu diperhatikan untuk dapat membentuk kesan pertama yang baik bahkan tak terlupakan.
Tersenyumlah
Senyum adalah alat yang paling efektif untuk menciptakan kesan pertama yang indah. Bahkan sebuah senyuman menjadi penghantar kehangatan sebelum terjadinya proses pembicaraan. Namun bagaimana senyuman yang sebaiknya kita berikan kepada calon kenalan kita? Sebuah teknik dalam senyum yang menarik untuk dicoba adalah Flooding Smile, apa itu? Flooding smile adalah teknik tersenyum dimana sesaat setelah pandangan/kontak mata terjadi, anda perlu melakukan jeda “pause” selama 2 detik sebelum memberikan senyuman hangat anda. Apa yang terjadi selama 2 detik jeda adalah suatu bentuk penguatan hubungan melalui kontak mata, dan jika dirasakan getaran penguatan itu akan terasa sampai di sensor otak hingga perasaan/hati orang yang saling menatap. Cobalah anda mempraktekkan jenis senyum “flooding smile” ini dan rasakan perbedaannya dengan cara senyum yang biasa.
Tatap Matanya
Salah satu asset dalam tubuh kita yang sangat mempengaruhi dalam proses pembentukan ikatan batin adalah tatapan mata. Ada berbagai teknik dan cara tatapan mata dengan efek dan tujuannya masing-masing namun dalam hal ini saya lebih mengajak untuk membahas bentuk tatapan mata Sticky Eyes, apakah itu? Sticky Eyes jika diterjemahkan adalah tatapan mata yang menempel pada lawan bicara anda, dan lebih detailnya adalah cara menatap mata lawan bicara dimana mata anda terfokus pada mata lawan yang sedang bicara. Bagaimana jika kita merasa lelah memandangi wajah dan mata lawan bicara kita? Jika anda ingin mengalihkan pandangan sebentar atau memalingkan mata maka yang perlu dilakukan adalah mengalihkan arah bola mata secara halus ‘smooth’ ke obyek yang ingin anda lihat dan sesudah itu segeralah kembali ke lawan bicara anda. Yang perlu diketahui disini adalah bahwa kontak mata memegang peranan penting dalam proses komunikasi sebagai bentuk rasa menghargai, kejujuran, terbuka dan juga memperkuat ikatan batin diantara kedua pihak.
Jabat tangan
Selanjutnya setelah anda berada di posisi yang dekat atau dalam jangkauan maka mulailah selalu dengan jabat tangan serta sapaan ringan disertai perkenalan singkat. Selanjutnya setelah proses ini maka pembicaraan biasanya sudah mulai berlangsung secara natural. Poin yang perlu diperhatikan saat menjabat tangan seseorang adalah jangan terlalu lama tapi juga jangan terlalu singkat. Jangan terlalu kuat namun juga jangan terlalu lemah, karena hal tersebut akan mempengaruhi persepsi lawan mengenai sejauh mana anda menerima kehadiran mereka.Jika jabat tangan terlalu lama maka anda terkesan kurang etis karena melakukan kontak tubuh terhadap orang yang belum terlalu mereka kenal, jika terlalu singkat terkesan anda kurang terbuka, terburu-buru dan tidak tertarik terhadap kehadiran mereka. Selanjutnya jika jabat tangan terlalu kuat maka anda terkesan agresif dan tidak berperasaan, jika terlalu lemah anda terkesan tidak berminat terhadap mereka. Usahakan saat menjabat tangan anda juga melakukan kontak mata, berikan senyum persahabatan (bukan lagi flooding eyes) maupun sebuah pembicaraan ringan, sapaan dan sebagainya.
--
Selanjutnya mengenai konten pembicaraan terserah kepada anda, namun untuk terlihat elegan maka pastikan anda mampu berkomunikasi secara seimbang dengan lawan anda. Berbicaralah pada area yang anda mengerti, jangan sok jago, sok tahu karena itu akan menjadi blunder saat anda terperangkap dalam informasi yang salah. Dan pada akhirnya jangan lupa untuk mengahiri dengan sebuah senyuman dan ucapan terima kasih atas waktu yang mereka sediakan untuk terjadinya pembicaraan.
Tentunya masih banyak tips dan masih dalam bahasan yang dapat dibedah, jika anda tertarik memperdalam berbagai teknik dalam membangun hubungan dengan orang lain maka cobalah anda mencari referensi, buku-buku atau pelatihan mengenai Interpersonal Skill maupun Communication Skill.
Salam

Tidak ada komentar:
Posting Komentar