Presentasi pada dasarnya adalah kegiatan mem-visual-kan ide, namun banyak orang terjebak dalam jebakan klasik yaitu presentasi sebagai jiplakan alur pikiran yang akan kita sampaikan. Itu sebabnya tak jarang anda akan menjumpai sebuah slide presentasi yang wordy dan tak jauh berbeda dari ucapan sang presenter.
Dalam beberapa artikel sebelumnya saya menuliskan bahwa kemampuan presentasi adalah salah satu skill yang akan mendorong anda untuk cepat sukses. Di beberapa perusahaan saya menemukan bahwa para elit dalam hal ini mereka yang mempunyai kedudukan managerial ke atas setidaknya diwajibkan memiliki kemampuan presentasi yang baik. Namun tidak jarang pula saya masih menemukan beberapa dari antara mereka yang masih perlu mengembangkan kemampuan presentasinya.
Dalam tulisan ini saya ingin memaparkan setidaknya tiga prinsip dasar dalam presentasi, bagaimana membuat presentasi anda 'nendang' (baca: Mantab).
Keep It Simple & Sweet (KISS)
Sebuah presentasi akan lebih menarik jika presentasi tersebut mampu memaparkan ide secara simple dan manis untuk disimak. Tentu saja pada poin ini lebih berbicara masalah pemilahan konten presentasi anda, tampilan, dan sedikit cara pembawaan saat presentasi. Jika merujuk pada prinsip ini maka sebaiknya anda benar-benar hanya menyajikan konsep utama dan data utama saja sebagai poin maupun paparan yang tertuang dalam slide presentasi anda. Anda bisa menggunakan bentuk modeling, matrik, info-graph, maupun mengembangkan kreatifitas anda dalam menuangkan ide dalam bentuk slide. Simple juga dapat diartikan bahwa slide anda tidak 'crowded' dengan banyaknya info, gambar maupun text. Prinsipnya seperti halnya anda berpakaian, terlalu polos akan membosankan dan terlalu ramai akan membingungkan.
Keep It Attractive & Fun (KIAF)
Presentasi juga tentunya akan menarik untuk diikuti jika suasananya atraktif. Atraktif disini berbicara tentang alur slide hingga cara pembawaan oleh sang presenter. Atraktif tentunya akan lekat dengan 'motion' atau pergerakan. Bisa jadi slide anda atraktif karena disertai berbagai animasi, film, dan efek, sehingga peserta merasa terpukau oleh cara penyajian informasi melalui media presentasi anda. Bisa pula pembawaan anda sebagai presenter yang harus interaktif dan dinamis, sehingga audience (peserta) akan merasa senang serta antusias mendengarkan pemaparan anda.
"The entertainment is in the presentation."
John McTiernan
Keep It Focus (KIF)
Fokus adalah salah satu poin penting dalam presentasi, terutama berkaitan saat penyajian data, penjabaran, maupun saat tanya jawab. Sebuah presentasi yang terlalu melebar pembahasan'nya akan mudah diacuhkan oleh audience yang merasa tidak berkepentingan. Oleh karena itu perlu juga ketegasan (assertiveness) sang presenter untuk dapat mengontrol jalan'nya presentasi dari awal hingga akhir. Bukan berarti anda sebaiknya rigid atau kaku dalam menyampaian pemaparan, namun setidaknya anda tahu dimana dan kapan anda keluar dan masuk untuk pembahasan diluar context.
